Friday, 28-02-2020

Plastik Oxium Terurai Setelah 5 Tahun

Akhir-akhir ini, mulai marak saran penggunaan kantong plastik yang lebih ramah lingkungan. Salah satu jenis kantong plastik yang disarankan diketahui memiliki teknologi oxium atau oxo-biodegradable sehingga dapat terurai setelah tiga hingga lima tahun.  

Hal itu disampaikan reseller independen dari Greenhope kantong plastik berteknologi oxium, Duddy Setiabudhi. Dia menjelaskan, teknologi oxium mampu mengurai plastik secara sempurna. Hal itu ditandai dengan berkurangnya bobot molekul plastik sehingga berubah menjadi H2O, CO2, dan biomassa jika terkena panas, ultraviolet (UV), dan berbagai tekanan alam lainnya.

"Teknologi (oxium) itu juga sudah diuji menggunakan standar ASTM D 6954, D 5208 dan D 3826, tersertifikasi SNI Ekolabel Ramah Lingkungan 7188:7, Ekolabel Singapura, Ekolabel Malaysia, juga paten Indonesia, Amerika dan Singapura, untuk itu kredibilitasnya tidak perlu diragukan lagi," kata Duddy.

Mengapa kantong plastik itu dikatakan ramah lingkungan, dia menerangkan, karena memakai teknologi oxo-biodegredable. Teknologi tersebut mempercepat penguraian plastik dalam dua tahap. Pertama, proses okidasi yang membuat plastik akan teroksidasi oleh panas sinar matahari, gesekan, dan UV. Sehingga menyebabkan pemutusan mata rantai molekul plastik yang tadinya 7 juta hanya menjadi 100 ribu. Hal itu membuat berat jenis dan bobot plastik turun drastis.

"Kedua proses biodegradasi, setelah proses okidasi maka plastik akan mudah dimakan dan dicerna oleh mikroba tanah, setelah dimakan dan dicerna menjadi CO2, H2O dan, biomasa, test tersebut sudah dilakukan di BPPT," ujarnya.

Duddy juga menegaskan, bahwa dirinya tidak memproduksi kantong plastik berteknologi oxium tersebut tapi hanya menjualnya ke lingkungan sekitar di Bekasi. Akan tetapi informasi tentang kantong plastik yang dijualnya menyebar ke mana-mana.

Dia mengatakan, plastik yang dijualnya bukan berbahan dasar singkong tapi berteknologi oxium. Orang-orang jangan sampai salah sangka, plastik berteknologi oxium bukan berbahan dasar singkong sehingga tidak bisa terurai dalam air.

"Tapi plastik ini ada kelebihannya, dibandingkan dengan plastik yang lama itu (yang) puluhan tahun masih ada (karena sulit terurai), kalau ini dalam waktu tiga sampai lima tahun pasti hancur," jelasnya.

Tujuan Duddy menjual plastik tersebut hanya agar masyarakat menggunakan plastik yang lebih ramah lingkungan. Dua tahun lalu dia bagikan plastik ramah lingkungan secara gratis karena bagus untuk lingkungan. Tapi sekarang dia menjualnya karena tidak punya dana lebih untuk membagikan secara gratis seperti dulu.

Dia menyampaikan, awalnya hanya dijual untuk masjid-masjid di sekitar bekasi. Tapi sekarang sudah banyak pembelinya dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Sebanyak 4.000 pak plastik oxium sudah terjual. Setiap pak berisi 100 lembar plastik.

"Harganya Rp 20 ribu dari saya, ukuran (kantong plastiknya) untuk 3 kg daging, sekitar 400 ribu lembar lebih (kantong plastik) saya kira (sudah terjual), yang beli ada masjid, reseller dan toko-toko," jelasnya.

Sumber: https://www.republika.co.id/


< Back

KPACK

K Pack adalah kemasan yang sudah lulus sertifikasi HALAL, ISO 9001, dan ISO 22000, sehingga setiap produk KPACK dijamin aman untuk makanan.